Artikel

ABON LELE

Abon termasuk salah satu makanan tahan lama yang memiliki protein tinggi dan memiliki kadar kolesterol yang rendah, yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. abon biasanya diolah dari daging sapi. akan tetapi selain daging sapi, daging ikan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan abon.  Seperti halnya produk abon yang terbuat dari daging sapi, abon ikan juga cocok dikonsumsi sebagai lauk-pauk atau sebagai pelengkap makan ketan hangat dan makan roti .  ikan lele adalah satu jenis ikan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan abon. Peluang Usaha Bisnis Abon Lele sangat terbuka bagi anda yg berniat mendirikan usaha sendiri baik untuk usaha sampingan maupun usaha rumahan anda.

Ikan lele  yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan abon adalah ikan lele dalam kondisi segar, warna dagingnya cerah, dagingnya terasa kenyal, dan tidak berbau busuk. Ciri fisik ikan lele mempunyai daging yang tebal, memiliki serat kasar dan tidak mengandung banyak duri. . Ikan lele juga dapat diternak sepanjang tahun, sehingga untuk bahan baku pembuatan abon dapat diperoleh dengan mudah. Harganya  juga relatif lebih murah yaitu Rp 11.000 – Rp 12.500 per kilogram dibandingkan dengan harga ikan lainnya.

Dalam pembuatan abon ikan digunakan bahan-bahan pelengkap (bumbu-bumbu). Fungsi bahan-bahan pelengkap tersebut adalah sebagai penyedap rasa dan zat pengawet alami bagi produk abon ikan yang dihasilkan. Sejumlah bahan pelengkap yang biasa digunakan dalam pembuatan abon adalah (jenis rempah-rempah, gula pasir, garam dan penyedap rasa). Jenis rempah-rempah yang digunakan adalah bawang putih, lengkuas, ketumbar, sereh dan daun salam.

Gula pasir bisa memberikan rasa lembut sehingga bisa mengurangi terjadinya pengerasan. Sedangkan garam yang digunakan adalah garam dapur,garam dapur bisa berfungsi sebagai bahan pengawet karena kemampuannya untuk menarik air keluar dari jaringan. Bawang putih mempunyai aktivitas anti mikroba. Senyawa allicin dalam bawang putih berperan memberikan aroma khas, serta memiliki kemampuan merusak protein kuman penyakit sehingga kuman tersebut mati. Sementara itu untuk menambah kenikmatan rasa abon ikan yang dihasilkan, juga ditambahkan penyedap rasa.

Dalam industri pembuatan abon ikan umumnya menggunakan jenis teknologi yang sangat sederhana dan mudah pengoprasianya. Oleh karena itu, industri ini tidak menentukan syarat tenaga kerja berpendidikan formal, akan tetapi lebih mengutamakan keterampilan khusus dalam pengolahan abon ikan. dan ini bisa dikerjakan oleh pria maupun wanita yang sudah pernah mengikuti pelatihan atau magang di unit usaha sejenis.

 

PP FB

Membuat Abon Ikan Lele

Berbicara tentang ikan lele tentu yang terbayang adalah menu masakan yang olahannya biasa digoreng atau disemur.  Jika melihat dari persepsi itu kemudian dibandingkan dengan hasil produksi ikan lele tentu akan banyak kerugian yang diderita oleh para pengusaha ikan lele. Sebab konsumsi ikan lele tentu jauh lebih sedikit dari pada menu masakan yang lainnya. Oleh sebab itu muncullah inovasi baru terkait dengan pengolahan ikan lele yaitu Abon Lele.

Banyak orang yang belum tahu tentang abon lele, hal  ini karena dalam frame yang terbentuk di masyarakat abon itu adalah dari daging sapi. Abon lele secara rasa tentu tidak kalah dari abon daging sapi dan realita yang berkembang bahwa abon lele justru lebih disukai karena mengandung banyak protein dan rendah lemak.

 

Berdasarkan catatan yang ada Abon lele telah menembus pasar luar negeri diantarnya belanda dan swiss, bahkan produk ini turut meramaikan pameran produk import yang diselenggarakan oleh Swiss Import Promotion Programme. Hal ini tentu menjadi peluang bagi para pengusaha indonesia terutama yang fokus pada lele unutk mengembangkan usahanya.

Proses pembuatan abon lele tidaklah terlalu rumit, namun butuh ketelitian. Secara garis besar pengolahan abon lele adalah lele di bersihkan jerohannya dan dikuliti, kemudian dikukus, dibumbui, digoreng dan dikeringkan.

 

Berikut penjelasan lebih detai mengenai proses pengolahan abon lele:

1.      Bahan

Hal pertama yang dilakukan dalam tiap proses pengolahan makanan adalah bahan. Bahan yang digunakan dalam pembuata abon lele adalah ikan lele yang masih segar. Ciri-ciri fisik yang harus dimiliki daging ikan lele yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan abon ikan adalah dalam kondisi segar, warna dagingnya cerah, dagingnya terasa kenyal, dan tidak berbau busuk.

2.      Bahan Tambahan

Sejumlah bahan pembantu yang biasa digunakan dalam pembuatan abon adalah rempah-rempah, gula pasir, garam dan penyedap rasa. Jenis rempah-rempah yang digunakan adalah bawang putih, ketumbar, lengkuas, sereh dan daun salam.

3.      Peralatan Industri

Sejumlah peralatan semi-mekanik yang biasa digunakan dalam proses pembuatan abon ikan, antara lain adalah :

  1. Mesin peniris

Mesin ini digunakan untuk membuang air dalam daging ikan yang telah direbus        (penirisan I), serta membuang minyak goreng dari bakal abon ikan yang telah digoreng (penirisan II).

2.  Mesin pencabik daging

Mesin ini digunakan untuk memarut kelapa dan lengkuas.

3. Sealer (alat pengemas).

Alat ini digunakan dalam proses pengemasan produk abon ikan

4.      Proses Produksi

Proses produksi abon ikan lele relatif sederhana dan mudah dilakukan. Secara umum, proses produksi abon ikan, mulai dari tahap pengadaan bahan baku ikan sampai tahap pengemasan abon ikan lele, adalah sebagai berikut :

a.      Pengadaan Bahan baku

Bahan baku yang digunakan adalah ikan lele yang masih utuh dan segar, untuk selanjutnya dilakukan proses penyiangan.

b.      Penyiangan Bahan baku

Pada proses penyiangan yaitu pemotongan ikan dan pencucian daging ikan, maka bagian kepala dan isi perut ikan dibuang. Daging ikan hasil tahap penyiangan sebaiknya direndan dalam air yang dicampur dengan air cuka. Kadar air cuka yang dipakai adalah ±2%. Ini dilakukan untuk membuat bau amis hilang. Selain emngunakan cuka bau amis pada ikan lele juga bisa dihilangkan dengan menambah serai pada bumbu abon.

c.       Perebusan

Potongan ikan yang telah direndam dalam air cuka kemudian disusun ke dalam panci besar  dan direbus selama 30 – 60 menit. Proses perebusan akan dihentikan setelah daging ikan menjadi lunak. Selama proses perebusan tersebut juga ditambahkan daun salam dan garam rebus.

d.      Penirisan I

Ikan yang telah direbus kemudian dipres dengan mesin pengepres. Sebelum dipres, daging ikan tersebut sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu sekitar 5 – 10 menit. Tahap pengepresan bertujuan untuk mengurangi kadar air pada daging ikan yang telah direbus. Makin sedikit kadar air yang dikandung dalam daging, maka akan makin baik pula serat-serat daging yang dihasilkan.

5.      Pencabikan I

Setelah daging ikan dipres, kemudian dilakukan proses pencabikan sampai menjadi serat.-serat. Proses ini bisa dilakukan dengan tangan atau dengan mesin pencabik (giling).

6.      Pemberian Bumbu dan Santan

Pada tahap ini, serat-serat daging hasil pencabikan ditambahkan bahan-bahan pembantu (bumbu-bumbu). Bumbu-bumbu yang ditambahkan terdiri dari : bawang putih, ketumbar, lengkuas yang telah diparut dengan mesin parutan, gula pasir, garam dapur, serai,santan kelapa dan bisa juga ditambahkan daun  kari, untuk memberikan rasa kari pada abon lele

7.       Penggorengan

Setelah bumbu-bumbu tercampur secara merata dalam serat-serat daging ikan, kemudian dilakukan penggorengan ±60 menit. Selama proses penggorengan, secara terus menerus dilakukan pengadukan agar abon ikan yang dihasilkan matang secara merata dan bumbu-bumbu dapat meresap dengan baik. Tahap penggorengan ini akan dihentikan setelah serat-serat daging yang digoreng sudah berwarna kuning kecoklatan.

8.      Penirisan II

Tahap produksi berikutnya adalah pengepresan kembali serat-serat daging ikan yang telah digoreng. Proses pengepresan tahap kedua ini bertujuan untuk mengurangi kadar minyak pasca proses penggorengan.

9.      Pencabikan II

Setelah dipres, kemudian dilakukan pencabikan tahap kedua agar tidak terjadi penggumpalan. Proses pencabikan tahap kedua ini akan dihentikan setelah terbentuk produk akhir berupa abon ikan dengan tekstur yang seragam.

10.  Pengemasan

Pada tahap akhir produksi dilakukan pengemasan abon ikan. Jika pengemasan tidak langsung dilakukan, maka produk abon ikan akan disimpan terlebih dahulu dalam kantung plastik besar (blong) di gudang penyimpanan, sebelum dilakukan pengemasan.

Sumber : dari berbagai Sumber

One thought on “Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reload Image
Enter Code*:

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>